Prepare Your Curriculum Vitae!

KESAN pertama yang kita tampilkan dalam curriculum vitae (CV) akan menarik para perusahaan pencari karyawan (headhunter) untuk memperkerjakan kita.

Kesulitan membuat CV tak jarang dialami para pencari kerja, terutama jika kamu baru saja lulus kuliah dan belum berpengalaman kerja.

Tidak usah bingung,  ini dia tips membuat CV yang baik dan menjual untukmu.

Rapi dan mudah dibaca

Bagaimanapun, penampilan adalah poin pertama yang akan diperhatikan dari CV kita. Kemampuan dan kompetensi yang sangat baik enggak akan mampu terjual jika CV-mu berantakan dan sulit dibaca.

Ketika membuat CV, gunakanlah jenis huruf surat resmi dengan ukuran font normal. Pakailah kertas HVS polos tanpa background. Pastikan tidak ada ejaan yang salah, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Selain itu, aturlah juga margin penulisanmu dengan rapi.

Lengkap dan padat

CV yang ‘menjual’ memuat informasi lengkap dan padat. Pastikan kamu mencantumkan data pribadi, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan yang pernah kamu ikuti, sertifikasi relevan yang kamu miliki, serta kegiatan ekstra kurikuler yang aktif kamu ikuti.

Tapi, pastikan juga semua informasi itu kamu sajikan secara ringkas. CV yang lengkap tidak perlu berlembar-lembar kok. Rata-rata CV dibuat dalam maksimal tiga halaman. Semakin lengkap dan ringkas CV-mu, semakin mudah headhunter membaca dan memahami kualifikasimu.

Prestasi kerja

Kesempatan terbaik untuk menjual kemampuanmu adalah dengan mencantumkan pencapaian atau prestasi kerja yang kamu miliki di tempat kerjamu sebelumnya. Jadi, jangan pernah ragu untuk menuliskannya di CV-mu, ya!

Konsistensi karier

Satu kunci penting kamu akan dipanggil menuju tahapan rekrutmen kerja berikutnya adalah jika kamu memiliki konsistensi dalam karier. Mereka yang konsisten dengan bidang karier yang sama sejak awal bekerja akan lebih berpotensi dipanggil headhunter untuk mengisi posisi lowong dalam bidang tersebut.

Karier progresif

Selain konsistensi karier dalam satu bidang, kemajuan kariermu juga menjadi poin penilaian oleh headhunter. Misalnya kamu menekuni bidang public relations dari project officer, kemudian naik jadi koordinator tim, dan naik lagi ke level-level jabatan seterusnya.

Karier yang progresif menunjukkan kamu mampu menampilkan performa kerja yang baik dalam spesialisasimu. Ini juga menunjukkan kamu mendapat kesempatan promosi sebagai reward atas prestasimu. Kualitas inilah yang biasa dicari para headhunter.

Bongkar pasang

Belum banyak yang tahu, CV juga bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan. Alih-alih menyertakan CV ‘generik’ untuk semua aplikasi kerjamu, coba deh buat CV-mu sesuai kebutuhan.

Caranya mudah, dalam CV-mu, masukkanlah kompetensi yang kamu miliki sesuai job requirements yang tercantum pada iklan lowongan kerja yang ingin kamu lamar. Dengan begitu, headhunter akan melihat kualifikasi dan kompetensi yang mereka butuhkan dalam CV-mu.

Tapi ingat, cara ini bukan berarti kamu memanipulasi data dalam CV-mu, ya! Sebab, pada akhirnya, kompetensi yang kamu jual dalam CV-mu akan diuji ketika kamu mendapatkan pekerjaan incaranmu.

Selamat berusaha!

Categories: cor4t-cor3t | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: